Tangan Emas Elon Musk

a 3 - Tangan Emas Elon Musk

Tangan emas Elon Musk dalam menakhodai Tesla, membuat sekarang ini menjadi perusahaan otomotif paling berharga, mendahului Toyota. Salah satunya rahasia Musk ialah si pria kelahiran Afrika Selatan disebutkan hoby pelajari tehnologi dari faksi lain, lantas membuat sendiri.

Ia ialah seorang pembelajar cepat lewat koalisi dengan perusahaan lain untuk melakukan perbaikan tehnologi Tesla, lantas berupaya mandiri. Paling baru ialah, Musk kelihatannya ingin terlepas dari ketergantungan tehnologi baterei faksi lain.

Memang kerja sama Tesla dengan Panasonic, LG Chem sampai Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) untuk menyuplai baterei masih akan lanjut. Tetapi di waktu yang serupa, Tesla mulai mengatur produksi elemen pokok baterei di pabrik-pabriknya.

Semenjak pimpin Tesla di 2004, arah Elon Musk ialah belajar dari siapa saja untuk selanjutnya mengatur tehnologi-teknologi kunci supaya bisa dibikin seutuhnya oleh Tesla. “Elon pikirkan dapat tingkatkan semuanya yang dilaksanakan supplier. Ia ingin membuat semua,” cetus bekas eksekutif Tesla, Tom Wessner.

Ditambah lagi bagian baterei yang disebut elemen mobil listrik penting serta memiliki biaya tinggi. Dia ingin Tesla menghasilkan baterei sendiri. Karena itu, beritanya Tesla ingin amankan supply material kunci baterei seperti nikel.

Untuk dipahami, Panasonic berpartner membuat baterei di pabrik Gigafactory punya Tesla di Nevada sejumlah USD 5 miliar. Musk dahulu pernah menampik berpartner dengan Panasonic serta minta team pelajari produksi baterei, tetapi pada akhirnya putuskan bersama-sama vendor asal Jepang itu.

Kecuali baterei, Musk tidak enggan belajar tehnologi yang belum dimiliki Tesla, contohnya tehnologi Daimler yang menolong mobil masih di jalannya. Selanjutnya Musk sempat belajar dari Toyota dalam soal manajemen kualitas kendaraan.

Mengenai skema autopilot sebelumnya ikut direncanakan oleh perusahaan asal Israel namanya Mobileye di tahun 2014.

Author: Colleen Terry