Jalinan percintaan memang memunculkan beberapa gestur dari aktornya. Ada yang merasai keceriaan, kemelut, bingung, terkadang susah, kesakitan. Semasing dari mereka sempat punyai cerita percintaan yang seseorang tidak sempat tahu, hanya karena mereka sendiri yang dapat merasakan.
Seperti roda kehidupan yang tidak sempat berjalan lancar, begitu juga masalah cerita percintaan. Beberapa cewek akui jika dianya sering memperoleh tindak kekerasan dari pasangannya. Jika dalam kerangka rumah tangga, kita biasa mengatakan KDRT (Kekerasan Di rumah Tangga). Tetapi pada ini, bolehlah kita mengatakan dengan KDLP (Kekerasan Dalam Cakupan Kekasihan).
Helena, sebagai korban kekerasan alami trauma berkelanjutan. Diantaranya ialah berasa terintimidasi saat disentuh dengan cara fisik. Perlakuan kasar yang sering dia peroleh dari pasangannya membuat psikologisnya terusik. Dia akan simpan memory dimana badannya alami siksaan. Hingga saat disentuh dengan cara fisik, badannya akan berontak sebab terlatih terima kesakitan yang tidak mereka kehendaki.
Demikian juga saat dia tidak menyengaja lakukan kekeliruan. Sekecil apa saja kekeliruan itu, akan dipandang seperti penyebab kekerasan. Seperti yang dia alami dalam jalinan asmaranya.
Nissa cuman dapat pasrah merasakan orang yang dia sayangi sebegitu teganya menyakitinya. Korban kekerasan seperti Nissa ini termasuk juga beberapa orang yang lugas dalam jalani jalinan percintaan. Mereka sadar jika mereka disakiti dengan cara fisik tetapi mereka benar-benar tidak memikir untuk mengakhiri hubungan. Kepercayaan akan perkembangan sikap tiap orang jadi fakta untuknya untuk selalu menjaga jalinan yang tidak lagi manusiawi.
Walau sebenarnya makin cewek pasrah memperoleh perlakuan tidak membahagiakan dari pasangannya, makin berkuasalah pasangannya itu. Karena itu bila waktu kekasihan menjadi korban kekerasan serta masih bertahan sebab beberapa fakta, lama kelamaan cewek jadi tidak berkapasitas.
Ini ialah bukti jika kekerasan juga dapat menyebar. Banyak langkah yang dilaksanakan korban untuk melampiaskan kekecewaannya pada situasi yang dirasakan. Termasuk menyakiti seseorang.